Peningkatan Perokok Muda Di Inggris Telah Mencapai 25%

Peningkatan Perokok Muda Di Inggris Telah Mencapai 25%

Peningkatan Perokok Muda Di Inggris Telah Mencapai 25% - Bahaya merokok kesehatan untuk tubuh, rasanya sudah banyak yang tahu. Namun, hingga kini nyatanya kebiasaan merokok masih menjadi kebiasaan yang sering dilakukan oleh banyak orang. Tidak hanya bagi perokok aktif, asap rokok yang di keluarkan dapat membahayakan kesehatan orang-orang di sekitar yang tidak merokok, termasuk anak-anak. Penelitian yang didanai oleh Cancer Research UK menemukan terjadi lonjakan perokok muda Login IDN Poker77 berusia 18 hingga 34 tahun di Inggris selama pembatasan COVID-19 pertama pada tahun lalu. Menurut penelitian yang dilaporkan pada hari Rabu (25/8/2021) peningkatan perokok muda sebesar 25 persen.
1. Jumlah peminum alkohol juga mengalami peningkatan
Selama Lockdown, Jumlah Perokok Muda di Inggris Naik
Melansir dari Sky News, data penelitian yang di peroleh di Inggris pada periode Maret-Juli 2020 dan hasilnya di rilis dalam jurnal Addiction, mengaitkan prevalensi merokok di kalangan dewasa muda dan peningkatan prevalensi meminum alkohol di antara semua kelompok sosio-demografis. Studi itu menunjukkan jumlah perokok berusia 18 hingga 34 tahun bertambah lebih dari 652 ribu orang, tetapi juga di temukan jumlah perokok melakukan upaya berhenti selama pembatasan COVID-19 pertama dan banyak yang sukses berhenti, secara keseluruhan para peneliti, dari University College London dan University of Sheffield, mengatakan ada peningkatan 99 persen di semua kelompok usia yang berhasil berhenti. Hasil riset juga menemukan adanya kenaikan peminum alkohol sebesar 40 persen di antara semua kelompok usia. Penelitian itu menemukan bahwa kesenjangan sosial-ekonomi mempengaruhi pola perilaku minum, yang hasilnya ditunjukkan peningkatan 55 persen pada wanita dan mereka yang berasal dari latar belakang kurang beruntung mengalami peningkatan sebesar 64 persen.
2. Stres karena lockdown di perkirakan menjadi pemicu merokok
Selama Lockdown, Jumlah Perokok Muda di Inggris Naik
Melansir dari BBC, hasil studi itu tidak menjelaskan korelasi penyebab mereka yang berusia muda merokok selama pandemik, tapi para ahli percaya banyak yang beralih ke rokok atau minuman alkohol sebagai upaya yang di lakukan untuk merespons stres. Peneliti utama riset ini Dr Sarah Jackson, dari University College London. Mengatakan bahwa pembatasan COVID-19 pertama merupakan hal pertama orang-orang aktivitasnya di batasi, sehingga mengubah kehidupan sehari-hari. Dia menyampaikan bahwa pembatasan pertama tahu lalu menimbulkan periode stres besar bagi banyak orang. Yang terlihat adanya peningkatan jumlah perokok. Dan konsumsi minuman alkohol pada kelompok yang paling terpukul oleh pandemik. Dr Jackson mengingatkan perlunya pengawasan untuk mengetahui bagaimana peningkatan merokok dan minum alkohol ini berkembang dari waktu ke waktu, sehingga bisa di lakukan penanganan yang tepat dapat di akses oleh mereka yang membutuhkan.
3. Badan amal mengigatkan bahaya merokok
Selama Lockdown, Jumlah Perokok Muda di Inggris Naik
Melansir dari The Guardian, badan amal Cancer Research UK, yang terlibat dalam riset menyampaikan merokok merupakan penyebab kanker terbesar yang bisa di cegah, yang dapat menyebabkan setidaknya 15 jenis penyakit yang berbeda. Badan amal itu juga menyampaikan minum alkohol dalam jumlah sedikit saja akan meningkatkan risiko tujuh jenis kanker yang berbeda. Pemimpin badan amal tersebut, Michelle Mitchell, menyampaikan program kesehatan masyarakat. Dan layanan pencegahan berperan membantu berhenti merokok dan memastikan hal itu terus terjadi. Mitchell menyerukan agar pemerintah memanfaatkan rencana pengendalian tembakau untuk mengurangi tingkat perokok. Namun, dia mengigatkan rencana mengurangi perokok hanya bisa di lakukan dengan investasi yang tepat, karena saat ini dalam membantu berhenti merokok menggunakan dana industri tembakau, dia meyakini tanpa campur tangan industri, dapat di lakukan langkah-langkah yang lebih baik untuk mencegah orang mulai merokok dan membantu  untuk berhenti. Deborah Arnott, kepala eksekutif badan Action on Smoking and Health. Mengatakan tindakan cepat di perlukan untuk membantu orang berhenti dan mencegah perokok baru. Arnott memberitahu kecanduan rokok bisa meningkatkan risiko kematian dini dan kecacatan yang sulit di hindari. Dia mendesak pemerintah berbuat lebih agar target bebas asap rokok pada 2030 bisa tercapai. Ada banyak gangguan paru-paru yang dapat di alami oleh seorang perokok aktif, seperti bronkitis kronis, emfisema, hingga kanker paru. Di lansir dari National Health Service UK, kanker paru merupakan masalah yang cukup serius dan umum di alami oleh perokok aktif. Seseorang yang tidak pernah merokok masih berpotensi mengalami kanker paru, namun perokok aktif tetap berisiko mengalami kondisi ini. Ada beberapa gejala yang di alami oleh pengidap kanker paru. Seperti batuk berdahak, batuk di sertai dengan darah, kesulitan bernapas, sesak napas, mengalami kelelahan. Dan penurunan berat badan. Tanyakan pada dokter ketika mengalami gejala tersebut. Kamu bisa menghubungi dokter

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *