Ukraina Mengumumkan Pemblokiran Kantor Berita Independen Strana

Ukraina Mengumumkan Pemblokiran Kantor Berita Independen Strana

Ukraina Mengumumkan Pemblokiran Kantor Berita Independen Strana - Ukraina adalah sebuah negara di Eropa Timur yang berbatasan dengan Rusia di timur dan timur-laut; Belarus di barat-laut; Polandia dan Slowakia di barat; Hongaria, Rumania, dan Moldova di barat-daya; Laut Hitam di selatan; dan Laut Azov di tenggara. Ukraina dan Rusia sekarang ini sama-sama  memperebutkan Semenanjung Krimea yang di caplok oleh Rusia pada tahun 2014. Meskipun demikian Ukraina dan banyak komunitas internasional mengakuinya sebagai bagian dari Ukraina.  Beserta Krimea, Ukraina memiliki wilayah seluas 603.628 km², yang membuatnya sebagai negara terluas di Eropa dan terluas ke-46 di dunia. Sedangkan populasi sejumlah 44,5 juta jiwa menjadikan Ukraina sebagai negara berpenduduk terbanyak ke-32 di dunia. Pemerintah Ukraina pada Sabtu (21/8/2021) mengumumkan pemblokiran kantor berita independen Strana. Keputusan ini di latarbelakangi dugaan media milik oposisi itu memberitakan sejumlah berita propaganda pro Rusia yang Login IDN Poker77 di sebut dapat menyulut perpecahan di negara Eropa Timur itu.  Bahkan sejak awal tahun ini, Ukraina sudah melakukan pemblokiran media yang di miliki oleh politisi oposisi. Beberapa media yang di larang mengudara, meliputi 112 TV, ZIK TV dan NewsONe yang di miliki oleh pemimpin oposisi Taras Kozak.
1. Strana akan tetap melanjutkan meski sudah diblokir
Diduga Pro Rusia, Ukraina Blokir Kantor Berita Strana
Dewan Keamanan dan Pertahanan Nasional telah memblokir kantor berita di Ukraina bernama Strana.ua beserta induk perusahaan dan editornya Igor Guzvha. Padahal Strana di ketahui sebagai salah satu media populer di negara Eropa Timur itu dan kasus ini turut menambah panjang beberapa grup media yang di blokir oleh pemerintah setempat. Bahkan media tersebut sudah tidak dapat di akses sejak Jumat (20/8/2021) lantaran domainnya sudah di blokir. Namun pihak jurnalis dan jajaran lainnya mengumumkan apabila akan tetap mengudara dan sedang berupaya untuk merelokasi konten pada website yang baru. Selain itu, pihak Strana mengecam aksi ini lantaran di tuduh dengan sengaja memberikan sanksi media oposisi terbesar di Ukraina. Sementara, media berbahasa Rusia itu selama ini di ketahui kerap memberikan kritik kepada pemerintah pro Barat yang mengarah ke otoriterisme, dilansir dari RT.
2. Igor Guzvha sudah melarikan diri ke Austria
Di lansir dari RFE/RL, editor kantor berita online Strana, Igor Guzvha sudah melarikan diri ke Austria sejak 2018 lalu ketika Dewan Keamanan dan Nasional memberikannya sanksi kepada dirinya dan perusahaannya. Bahkan Guzvha sejak bulan ini sudah di masukkan sebagai salah satu individu yang menyebarkan propaganda pro Rusia. Pada 20 Agustus lalu, beberapa politisi, pebisnis dan awak media juga turut di masukkan dalam individu yang di sebut memberikan dukungan pada Kremlin. Salah satunya adalah Andriy Derkach yang merupakan anggota legislatif Ukraina yang sudah mendapatkan sanksi dari AS lantaran di duga ikut campur dalam pemilu AS tahun lalu. Derkach di sebut memiliki hubungan dengan Rudy Guiliani yang merupakan mantan pengacara pribadi Donald Trump. Hal ini di lakukan untuk memberikan informasi mengenai Presiden Joe Biden dan anaknya selama kampanye pilpres 2020.
3. Mendapat dukungan dari Dubes Amerika Serikat
Di laporkan dari RT, menanggapi pemblokiran media yang di duga menyebarkan propaganda pro Rusia ini, pihak Kedutaan Besar AS di Kiev justru mendukung pembatasan pada pers. Pihak kedutaan berkata, "Amerika akan mendukung segala upaya untuk melawan pengaruh buruk dari Rusia. Penutupan kantor berita ini sebagai bagian dari hukum di Ukraina untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas teritorial." Di sisi lain, sejak Juni lalu, Komisi PBB untuk HAM telah memberikan kritik kepada pemerintahan Zelensky. Yang d ianggap sebagai rentetan pembatasan. "Keputusan ini berbanding terbalik dengan standar hak asasi manusia internasional dan kurangnya justifikasi atas kebutuhan dan proporsionalitasnya, serta tidak dilakukan oleh otoritas independen." Wilayah modern Ukraina telah di huni sejak tahun 32.000 SM. Pada zaman Pertengahan, wilayah ini merupakan pusat terpenting bagi kebudayaan Slavia Timur, dengan negara Rus Kiev yang kuat membentuk alas jatidiri bangsa Ukraina. Setelah keterpecahannya pada abad ke-13, wilayah ini di perlombakan, di kuasai, dan di pecah-belah oleh beberapa kuasa. Misalnya Lithuania, Polandia, Kesultanan Utsmaniyah, Austria-Hongaria, dan Rusia. Sebuah republik kazaki muncul dan makmur pada abad ke-17 dan 18. Tetapi wilayahnya terbagi antara Polandia dan Imperium Rusia. Yang kemudian sepenuhnya menjadi milik Rusia. Dua periode kemerdekaan yang singkat terjadi pada abad ke-20, yang pertama menjelang akhir Perang Dunia I. Dan yang kedua adalah pada masa Perang Dunia II. Tetapi dua periode ini berujung pada takluk dan menyatunya wilayah-wilayah Ukraina ke dalam sebuah republik Soviet. Situasi yang berlaku sampai tahun 1991, ketika Ukraina meraih kemerdekaannya dari Uni Soviet. Segera setelah pembubarannya pada penghujung Perang Dingin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *