Tips Memulai dan Mengembangkan Bisnis Dengan Modal Minim

Tips Memulai dan Mengembangkan Bisnis Dengan Modal Minim

Tips Memulai dan Mengembangkan Bisnis Dengan Modal Minim - Masih banyak pemula dalam membangun bisnis bingung mencari cara dalam memulai bisnis. Sangat bagus jika niat yang besar sudah ada dalam seorang individual, namun niat saja tidak cukup. Dalam berbisnis di perlukan sedikit wawasan atau teori untuk memulai atau melakukannya. Tak hanya sekedar menyiapkan modal dan tahu akan berbisnis apa, ada hal lain yang perlu di siapkan untuk memulai bisnis. Apalagi jika Anda memulainya dari nol atau tak memiliki pengalaman sebelumnya. Bagaimana cara memulai sebuah bisnis harus Anda ketahui langkah demi langkah. Seiring dengan berkembangnya zaman, kewirausahaan kini tidak hanya di minati oleh mereka yang sudah mapan. Bahkan dengan modal minim pun, kamu dapat memulai hingga mengembangkan bisnis. Bagi kamu yang ingin memulai bisnis dengan modal kecil, CEO dan Co-Founder Ternak Uang Raymond Chin berbagi tips untuk membangun bisnis dengan modal tipis, yakni hanya Rp1 juta.
Tentukan ide bisnis
Masih Bingung Mencari Ide Bisnis? Coba Simak 4 Model Usaha Ini
Untuk memulai bisnis dengan modal tipis, Raymond menyarankan untuk tidak terpaku pada toko fisik. Menurut Raymond, biasanya ide bisnis keluar dari hal sehari-hari. Idenya bisa besar, misalnya membuka restoran. Tapi dalam praktiknya kita masak di dapur sendiri dan menjualnya secara online. "Kalau modal kita tidak banyak, kita tidak mungkin membuka restoran atau kantor. Pastikan produk di jual secara digital dan kita juga tidak harus punya stok barang," kata Raymond dalam keterangan tertulis yang di terima IDN Times, Senin (10/1/2022). Terkait pemilihan ide bisnis, ia menganjurkan untuk melihat peluang dari kegiatan sehari-hari. Sebagai contoh, berjualan basreng alias bakso goreng.
Lakukan riset
Benang Kusut Dunia Riset Kita - Watyutink
Karena modalnya kecil, riset pasar dan riset kompetitor wajib di lakukan agar seorang pebisnis bisa menentukan jenis produk dan strategi pemasarannya. "Riset pasar misalnya basreng, lihat di sekitar apakah banyak orang yang mencari basreng. Lalu lihat di aplikasi pesan antar makanan, apakah banyak yang menjual basreng atau tidak," kata Raymond. Sedangkan untuk tahap riset kompetitor, Raymond berpijak pada sebuah prinsip. "Cari tahu produk kompetitor, mulai dari produk, harga, dan layanannya. Prinsipnya ATM atau Amati, Tiru, dan Modifikasi produknya," kata Raymond.
Alokasi dana untuk produk
Strategi Promosi Produk yang Tepat untuk Bisnis Kamu - Fastwork.id
Layanan ngopi ala kafe di bus rencananya meluncur di Kota Bandar Lampung 4 September 2020. Layanan ini inisiatif PO Genta Trans dan kedai Coffee Teman Dekat. (IDN Times/Istimewa).
Dari 100 persen modal, porsi untuk produk di pakai sebanyak 40 persen. Untuk studi kasus jualan basreng misalnya, berarti modal yang di alokasikan sebesar Rp400 ribu. Raymond mengingatkan, usahakan untuk tidak membuat stok produk banyak karena produk yang di jual belum tentu laris manis. "Karena modal kecil harus perhatikan cashflow, jadi lebih baik buat sistem pre order atau per batch. Modal kecil jangan berharap stok besar. Make sure juga mendapatkan keuntungan yang sehat," lanjut Raymond.
Jangan lupakan marketing
Mengenal brand marketing dan strategi yang bisa digunakan
Untuk budget marketing, Raymond juga mengalokasikan 40 persen modalnya. Namun untuk pemasaran, jangan berfokus pada promosi, melainkan dengan melengkapi faktor-faktor yang nantinya akan melekat dengan produk yang di pasarkan. "Ketika produk sudah siap, lanjut ke marketing. Budget kecil, modalnya jangan seluruhnya di salurkan ke distribusi atau promosi. Lebih baik buat fondasi, misalnya desain, logo, kemasan, dan lain-lain. Itu akan lebih bermanfaat untuk ke depannya," katanya.
Biaya operasional
Rincian Biaya Produksi yang Efektif untuk Menghemat Biaya Perusahaan -  Bee.id
Sisanya, 20 persen modal di pakai untuk operasional. Namun, bukan untuk menggaji pegawai, melainkan untuk keperluan pencatatan keuangan dan dana talangan. Dengan komposisi modal bisnis 40 persen produk, 40 persen marketing, dan 20 persen untuk operasional, Raymond optimis strateginya untuk memulai bisnis bermodal kecil bisa menghasilkan cuan yang banyak. "Intinya, kunci bisnis modal kecil itu bergantung pada cashflow," ujar Raymond. Pertanyaan paling awal dan paling dasar, bisnis apa yang akan Anda rintis? Jika sudah jelas bisnis apakah itu maka poin selanjutnya akan lebih mudah di lakukan. Anda harus bisa memastikan bisnis pa apa yang akan Anda jalankan. Apakah itu bisnis kuliner, bisnis pakaian, bisnis bimbingan belajar, atau bisnis lainnya.  Bisnis yang akan Anda rintis ini tak melulu harus sesuai dengan bidang atau ilmu yang Anda tekuni. Akan lebih bagus jika sesuai dengan pengalaman dalam hidup Anda. Karena dengan begitu Anda lebih mengetahui apa yang harus Anda lakukan juga lebih bisa mencari solusi apabila ada kendala. Penentuan akan bisnis apa yang Anda jalankan ini bisa Anda sesuaikan dengan budget yang ada. Jika bisnis waralaba lah yang Anda inginkan berarti Anda harus menyesuaikan modal Anda dengan harga waralaba. Bisnis yang besar, membutuhkan lokasi, ruang bisnisnya harus besar, harus ada banyak pekerja, berarti modalnya harus besar. Begitu juga sebaliknya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *