Deretan Negara-Negara di Eropa yang Ternyata Memproduksi Beras Juga

Deretan Negara-Negara di Eropa yang Ternyata Memproduksi Beras Juga

Deretan Negara-Negara di Eropa yang Ternyata Memproduksi Beras Juga -Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah dari sekam. Sekam (Jawa merang) secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi). Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras. Beras adalah makanan pokok penduduk Asia, khususnya Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Sebagian besar beras diproduksi oleh negara-negara di wilayah tersebut. Untuk beberapa orang Indonesia, ada istilah jika belum makan nasi atau beras, itu berarti belum benar-benar makan. Mi instan yang berbahan baku gandum, bahkan dijadikan sebagai lauk untuk dicampur dengan nasi. Tapi bagi penduduk Eropa, makanan pokok mereka adalah gandum. Olahan produk makanan orang Eropa juga sebagian besar berbahan gandum. Tapi siapa sangka jika ada negara Eropa yang juga memproduksi beras? Simak artikel ini sampai habis untuk mengetahui negara-negara Eropa mana saja yang memproduksi beras, bahkan mengekspor hasil produksinya.
Rusia
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Negara Eropa ketujuh atau terakhir yang memproduksi beras adalah Rusia. Sebagian besar beras yang dihasilkan oleh Rusia berasal dari lahan pertanian padi yang dekat dengan Laut Hitam dan dekat Ukraina. Di wilayah itu, salah satu lokasi pertanian padi penghasil beras bernama Krasnodar. Menurut Russia Beyond, pada tahun 2012 lalu Rusia mampu mengekspor beras ke beberapa negara seperti Tajikistan, Turkmenistan, Turki, Mesir dan juga Libya. Padi diperkenalkan ke Rusia mulai abad ke-18. Saat itu, tanaman padi yang menghasilkan beras, biasanya diolah untuk menjadi bubur beras yang umum ditemukan di perkotaan. Kini, beras telah jadi salah satu bagian penting dari kuliner Rusia. Hal itu karena di bawa oleh orang-orang Asia Tengah yang bermukim di Rusia, khususnya ibu kota Moscow. Hidangan penting untuk Malam Natal di Rusia sejak lama, yaitu Kutia atau Kutya. Salah satu bahannya menggunakan nasi. Nasi tersebut kadang di gunakan untuk menggantikan bahan gandum. Beberapa penduduk Rusia yang beragama Ortodoks dan religius, masih mewajibkan hidangan ini untuk Malam Natal. Selain dalam hidangan, beberapa kelompok masyarakat Rusia rupanya memiliki tradisi unik lain berkaitan dengan beras. Tradisi itu di lakukan ketika terjadi pernikahan. Orang-orang akan melempar beras kepada pengantin, sebagai doa atau harapan bahwa beras itu membawa keberuntungan.
Spanyol
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Setelah Italia, negara Eropa kedua yang banyak menghasilkan beras adalah Spanyol. Di Spanyol, beras telah di tanam jauh lebih awal sebelum Italia melakukannya. Pertanian padi yang menghasilkan beras di Spanyol di bawa oleh masyarakat muslim Andalusia. Di perkirakan, padi mulai di tanam antara abad ke-8 hingga abad ke-10, ketika Islam berkuasa berkuasa di Semenanjung Iberia. Padi di tanam di daerah pantai timur Spanyol seperti Levante dan Valencia. Selama abad ke-11, pertanian padi yang menghasilkan beras semakin luas karena sistem irigasi yang di ciptakan. Ketika kekuasaan muslim Andalus rampung, padi masih menjadi tanaman yang di budidayakan sampai saat ini. Penanaman padi di Spanyol biasa di lakukan pada bulan April-Mei dan panen pada bulan September-Oktober.
Yunani
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Yunani telah terkenal memiliki sejarah yang adiluhung dengan kaum intelektualnya di masa lalu. Beberapa intelektual kuno seperti Theophrastus yang hidup sekitar 285 SM dan Galenos yang hidup sekitar tahun 200 M, sudah mencatat bahwa beras bisa di gunakan sebagai obat penyakit saluran pencernaan. Meski orang Yunani telah mengenal beras sejak lama, akan tetapi proses penanaman padi awal di wilayah itu tidak di ketahui secara pasti. Menurut FAO, orang Yunani mulai melihat beras itu sangat penting sebelum Perang Dunia Kedua terjadi. Minat pada tanaman padi meningkat pada tahun 1950-an dan pemerintah mendirikan departemen secara khusus meneliti beras di Institut Sereal Tesalonika. Semakin tahun, wilayah pertanian padi juga semakin meningkat. Meski begitu, jumlah petani padi di Yunani semakin menurun. Tapi itu di imbangi dengan modernisasi pertanian yang menggunakan mesin. Sekitar tahun 1980-an, petani padi di Yunani sekitar 6.000 orang dan pada tahun 2000 turun menjadi sekitar 4.000-an petani. Penanaman padi di Yunani biasanya di lakukan pada bulan April-Mei dan panen pada bulan Oktober-November.
Prancis
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Negara Eropa lain yang memproduksi beras adalah Prancis. Wilayah pertanian utama penanaman padi berada di Camargue, di bagian selatan yang menghadap Mediterania. Di daerah tersebut, cuaca lebih hangat dari pada di utara. Tanaman padi yang menghasilkan beras mulai di perkenalkan ke Prancis sekitar abad ke-13. Padi kemudian di tanam dan menghasilkan beras untuk di konsumsi. Sampai tahun 1930-an, Camargue tetap jadi wilayah utama penghasil beras di Prancis. Selama perang, produksi beras di wilayah tersebut sangat penting dan produksinya terus meningkat. Usai perang, investasi di gelontorkan untuk memodernisasi sawah dengan pembangunan sistem irigasi dan drainase. Meski bukan negara penghasil beras utama di Eropa Bertrand Mazel, Presiden Persatuan Petani Padi Eropa dan Persatuan Petani Padi Prancis mengatakan bahwa "beras kami adalah beras premium." Beras yang di hasilkan Prancis adalah salah satu beras terbaik di Eropa.
Portugal
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Portugal adalah produsen beras selanjutnya di Eropa. Wilayah utama penanaman padi di negara tersebut adalah Tejo e Sorraia, Sado, Barrages du Sud, dan Modego. Wilayah-wilayah tersebut yang di tanami padi di aliri oleh sungai air tawar. Tapi Portugal memiliki beberapa masalah utama dalam pertanian beras. Menurut FAO, masalah tersebut adalah biaya produksi yang tinggi, suhu rendah, pasokan air terbatas dan hasil varietas yang terbatas. Di bandikan dengan penduduk negara Eropa lain, penduduk Portugal lebih banyak makan nasi. Namun negara itu tercatat sebagai produsen beras terbesar keempat di Benua Biru. Tiap tahun, Potugal memproduksi sekitar 180 juta kilogram beras. Impor beras masih sangat di butuhkan untuk memenuhi permintaan warganya.
Ukraina
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Ukraina adalah negara Eropa lain yang menjadi produsen beras di Benua Biru. Meski beras sudah umum di negara tersebut, tapi tanaman padi masih di anggap sebagai tanaman eksotis yang berasal dari Asia Tenggara. Padi yang menghasilkan beras mulai di perkenalkan ke Ukraina sekitar abad ke-18. Dalam skala kecil, pertanian padi kemudian di buka. Pada tahun 1930-an, pengembangan pertanian padi di lakukan di daerah Southern Buh. Selama Perang Dunia Kedua, sebagian besar sistem irigasi pertanian padi di Ukraina hancur lebur. Usai perang, sistem irigasi mulai di bangun lagi dengan teknik baru dan mendapatkan panen yang signifikan, terutama di daerah Tavria dan Bessarabia. Sampai tahun 2014, Ukraina menyediakan hampir 70 persen kebutuhan berasnya sendiri dan sisanya impor dari luar seperti Pakistan. Tapi sejak Krimea di caplok oleh Rusia, Ukraina kehilangan hampir setengah dari pertanian padi yang mereka miliki. Krimea telah menjadi salah satu pusat produksi beras dan tempat para peneliti dan petani padi melakukan eksperimen.
Italia
Tak Disangka! 7 Negara Eropa Ini Juga Produksi Beras
Italia adalah negara Eropa yang paling banyak memproduksi beras. Luas lahan produksinya berkisar antara 250 ribu hektar sampai 300 ribu hektar. Ada dua wilayah utama lumbung beras di Italia, yakni Lombardy dan Piedmont. Kapan benih padi sampai di Italia, masih belum bisa di tentukan. Tapi yang jelas, orang Italia, sudah mulai menanam padi sekitar abad ke-14. Para sejarawan makanan meyakini padi yang ada di Eropa, termasuk Italia, berasal dari jalur perdagangan dengan India. Dalam catatan Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), Leonardo da Vinci sang pelukis Monalisa yang legendaris, bahkan berkontribusi untuk membangun saluran irigasi guna mengeringkan rawa-rawa yang akhirnya bisa di tanami padi. Saat ini, jika kamu sering mendengar kuliner bernama Risotto, itu asalnya dari Italia. Bahan utamanya adalah beras. Kuliner ini telah muncul sejak abad ke-14 lalu dan bahkan menjadi sangat populer dewasa ini. Beras di manfaatkan terutama untuk di olah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk di jadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin. Dalam bidang industri pangan, beras di olah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, di olah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga di olah menjadi suplemen makanan dengan sebutan tepung mata beras.
Itulah negara Eropa yang memproduksi beras. Meski Eropa bukan produsen beras utama, tapi sebagian masyarakat di benua dingin itu, rupanya telah biasa menyantap hidangan bahan beras yang di masak dengan berbagai macam olahan menarik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *