Data Pribadi Pengguna Facebook Kembali Disebar di Internet

Data Pribadi Pengguna Facebook Kembali Disebar di Internet

Data Pribadi Pengguna Facebook Kembali Disebar di Internet - Data, juga di kenal sebagai informasi pribadi atau informasi identitas pribadi adalah informasi apa pun yang terkait dengan orang yang dapat di identifikasi. lebih dari setengah miliar pengguna Facebook Inc muncul kembali di internet pada Sabtu (3/4/2021). Menurut Bloomberg yang mengutip dari IDN Poker77, data yang bocor itu berisi berbagai informasi pribadi dari 533 juta pengguna Facebook. Facebook, Inc. adalah sebuah layanan jejaring sosial berkantor pusat di Menlo Park, California, Amerika Serikat yang di luncurkan pada bulan Februari 2004. Data itu termasuk nomor telepon, ID Facebook, nama lengkap, lokasi, tanggal lahir, dan keterangan di bio. Dalam beberapa kasus, data juga memuat alamat email.
1. Facebook sebut ini isu lama
Data Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet
Menurut juru bicara Facebook, data yang kembali muncul secara gratis di Internet tersebut merupakan masalah lama yang sudah di tangani. “Ini adalah data lama yang sebelumnya di laporkan pada 2019,” tulis juru bicara itu dalam pernyataannya melalui email. “Kami menemukan dan memperbaiki masalah ini pada Agustus 2019,” tambahnya.
2. Sulit untuk dibersihkan
Data Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet
Pada saat itu, ketika data penggunanya bocor, Facebook telah melakukan upaya untuk mengatasi masalah tersebut. Perusahaan yang di dirikan Mark Zuckerberg itu melakukan pemeriksaan dalam teknologinya untuk menemukan masalah yang telah memungkinkan informasi bocor. Namun, begitu data tersebut lolos dari jaringan Facebook, perusahaan memiliki kemampuan yang terbatas untuk menghentikan penyebarannya secara online.
3. Penemu data
Data Pengguna Facebook Kembali Tersebar di Internet
Alon Gal, kepala petugas teknologi firma intelijen kejahatan dunia maya Hudson Rock, adalah orang yang menemukan data itu lagi pada Sabtu. Menurut Gal, data yang tersedia secara luas itu bisa di manfaatkan orang untuk meraup keuntungan. Namun ia mengatakan hal itu akan membutuhkan waktu cukup lama untuk dapat di lakukan. “Prosesnya terkadang memakan waktu bertahun-tahun, terkadang berhari-hari, tetapi pada akhirnya semua basis data pribadi bocor jika di jual,” katanya. Kebocoran data itu mengancam model bisnis Facebook yang mengumpulkan banyak informasi pribadi dan menggunakannya untuk menjual iklan bertarget.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *