Beberapa Fakta Seputar Yaman yang Berbatasan Dengan Arab Saudi

Beberapa Fakta Seputar Yaman yang Berbatasan Dengan Arab Saudi

Beberapa Fakta Seputar Yaman yang Berbatasan Dengan Arab Saudi - Pasukan gabungan dari sejumlah negara Arab yang di pimpin oleh Arab Saudi melancarkan serangan udara ke beberapa basis wilayah pemberontak Hutsi di Yaman. Serangan pada 25 Maret 2015 ini menandakan di mulainya intervensi militer di Yaman, yang memiliki nama kode Operasi Badai Yang Menentukan (Operation Decisive Storm) Yaman yang nama resminya Republik Yaman ini merupakan salah satu negara Semenanjung Arab yang terletak di Asia Barat, bagian dari Timur Tengah. Memiliki luas wilayah sekitar 527.970 kilometer persegi menjadikan Yaman sebagai negara terbesar ke-49 di dunia. Yaman berbatasan dengan Arab Saudi di sebelah utara, Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di sebelah barat, serta Oman di sebelah timur.
1. Mendapat sebutan sebagai Negeri Keturunan Rasulullah
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Yaman di kenal dengan beberapa sebutan, seperti tanah para Waliyullah, tanahnya para ulama besar dan kampungnya Dzuriyyah Rasul yang artinya anak keturunan Rasulullah. Hal tersebut di karenakan anak cucu dan keturunan Rasulullah paling banyak tinggal di negara ini. Di Yaman terdapat istilah azan Isya akan berkumandang sampai waktu Subuh. Maksudnya adalah saat tiba bulan Ramadan, mulai dari Isya seluruh masjid-masjid di Yaman akan mengumandangkan azan secara bergantian. Contohnya Masjid Bir memulai Tarawih tepat pukul 20.00, Masjid As-Sahl pada pukul 20.30, Masjid Ubadah pada pukul 20.45, dan seterusnya di ikuti oleh masjid yang lain.
2. Satu-satunya negara berbentuk republik di Timur Tengah
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Yaman adalah satu-satunya negara berbentuk republik di Timur Tengah yang di pimpin oleh seorang presiden. Presiden terlama yang pernah memerintah Yaman adalah Ali Abdullah yang berkuasa dari tahun 1978 sampai tahun 2013. Yaman pernah di jajah beberapa kali oleh negara Arab, Persia, Turki, dan Inggris. Kemudian pada tahun 1965 negara ini berhasil melepaskan diri dari jajahan pemerintahan Inggris. Yaman juga pernah terpecah menjadi dua bagian, yaitu Yaman Utara dan Yaman Selatan yang di kuasai oleh Komunis. Kemudian pada tahun 1990 bersatu kembali karena Komunis di larang di negara tersebut.
3. Bahasa nasionalnya adalah bahasa Arab
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Terletak di Jazirah Arab, bahasa nasional Yaman adalah bahasa Arab. Tapi, banyak bahasa daerah yang masih digunakan oleh penduduk di Yaman untuk berkomunikasi sehari-hari, seperti bahasa Semit kuno yang merupakan turunan dari bahasa Kerajaan Saba dan Kerajaan Axumite, varian bahasa Arab Mehri, Soqotri, serta Bathari.
4. Memiliki kota tertua di dunia
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Namanya Kota Shibam. Kota ini dikenal sebagai kota pertama di dunia yang memiliki masterplan bangunan vertikal yang sudah ada sejak tahun 300 M. Shibam di kelilingi oleh benteng yang berusia ribuan tahun meski terancam oleh bencana banjir. Tak heran jika Shibam juga kerap disebut-sebut sebagai kota "Manhattan" di padang pasir. Bahkan kota di mana bangunannya banyak yang terbuat dari bata lumpur dengan gaya arsitektur yang mempertahankan budaya tradisionalnya tersebut telah masuk dalam Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1982.
5. Memiliki rute perdagangan kemenyan kuno yang terkenal di dunia
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Yaman memiliki rute perdagangan kemenyan yang tertua dan teramai di dunia pada zaman kuno. Kemenyan ini merupakan getah dari pohon oilbanum yang tumbuh di tempat kering dan hanya boleh di budidayakan oleh keluarga kelas elit dengan aturan tradisi yang ketat. Saat itu kemenyan dan dupa menjadi barang mewah di Yaman. Harganya saja dua belas kaki lipat lebih mahal daripada emas. Di ceritakan bahwa Ratu Saba saja saat mengunjungi Raja Sulaiman membawa hadiah berupa kemenyan dan dupa. Kemenyan dapat dengan mudah ditemukan di Shibam. Penggunaannya adalah untuk menyegarkan udara, membantu agar cepat tidur, upacara dan ritual kuno, seperti pemakaman, pernikahan, serta kelahiran.
6. Memfoto wanita dianggap sebagai tindakan yang tidak sopan
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Di Yaman terdapat larangan untuk memfoto wanita karena tindakan tersebut di anggap tidak sopan dan tidak menyenangkan. Para wanita di negara ini pun tidak di perbolehkan meninggalkan rumah tanpa izin dari suaminya meskipun dalam keadaan darurat. Wanita di Yaman kerap mengenakan abaya yang di sebut juga dengan shaili, yaitu pakaian berwarna hitam dengan lengan panjang yang menutupi seluruh badan. Sedangkan pada bagian bawahnya, para wanita akan mengenakan celana longgar dan kandura yang merupakan pakaian yang di bordir dengan motif emas atau perak.
7. Memiliki "sumur neraka"
7 Fakta Yaman, Negara yang Disebut sebagai Tanah Para Waliyullah
Tempat yang di sebut sebagai sumur neraka sebenarnya merupakan Lubang Barhout yang lokasinya ada di salah satu gurun di timur Yaman. Tidak ada yang tahu pasti kedalamannya, hanya saja di perkirakan mencapai 60 meter. Karena tidak ada ventilasi dan hanya ada sedikit oksigen membuat tidak ada yang dapat masuk ke dalamnya. Bahkan sinar matahari pun tak bisa menembus seluruh bagian lubang tapi anehnya burung-burung masih dapat terbang masuk dan keluar ke dalam sumur. Sementara itu, cerita yang beredar di penduduk setempat selama berabad-abad lamanya adalah tempat ini di anggap sebagai penjara bagi para setan dan jin karena kerap tercium bau busuk yang keluar dari dalam sumur. Mereka juga percaya seseorang akan mendapatkan nasib buruk apabila kerap membicarakan lubang misterius ini. Grup Syiah militan Hutsi (kadang di tulis Houthi atau Hutsiyun) yang di dukung Iran, melakukan penggulingan kekuasaan terhadap pemerintah yang berkuasa melalui langkah bertahap sepanjang 2014-2015, yang mana hal ini di anggap sebagai tindakan makar yang tidak konstitusional oleh negara-negara Arab yang tergabung dalam Dewan Kerjasama untuk Negara Arab di Teluk. Pada 25 Maret 2015 Presiden Yaman yang terguling Abdur Rabbuh Mansur Hadi mengumumkan bahwa Aden menjadi ibu kota Yaman sementara menggantikan Shan'a. Pada tanggal yang sama Arab Saudi dan sembilan negara lainnya mulai membombardir Sanaa, Ibu Kota Yaman sebelumnya. Sejumlah pesawat jet tempur Saudi dan sembilan negara lainnya meluncurkan serangan udara. Reuters mengabarkan, pesawat tempur dari Mesir, Maroko, Yordania, Sudan, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar and Bahrain juga ambil bagian dalam operasi ini. Pasukan Mesir, Pakistan, Yordania dan Sudan turut berpartisipasi dalam serangan darat. Presiden Hadi mengutarakan rasa terima kasihnya atas bantuan dari negara-negara teluk tersebut untuk melawan pemberontakan di negerinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *